• 24 October 2021

SEJARAH API DARI GESEKAN TERMASUK BESI

Jika Anda pernah melihat ketika kereta sedang berjalan di atas rel besi, Anda mungkin sesekali melihat percikan api yang seperti petasan kembang api seolah terbang diantara rel dan roda kereta api. Bahkan jika dua besi yaitu rel dan roda kereta menghantam keras, percikan api meletus.

Beberapa jenis batu juga menyala jika bertabrakan satu sama lain.
Panas itu dihasilkan oleh gesekan rel dan roda kereta ketika kedua benda besi itu bertabrakan, partikel halusnya terbang menjauh. Dan partikel itu terlihat seperti kembang api.

Panas yang dihasilkan oleh kejutan juga memanaskan partikel. Dan karena proses mikroskopis itu, bahan besi halus yang keluar dan panas itu menyebabkan berubah menjadi merah. Jadi percikan api sebenarnya adalah partikel besi yang dipanaskan. Gesekan dan shock melepaskan energi panas.

Dan lebih dari itu, panasnya itu membakar sesuatu di dekatnya. Cuma kita tidak bisa mengamati prosesn itu secara mikroskopis disaat itu juga. Kalau dilihat dari pintu besi di samping kereta, mungkin lebih jelas bisa terlihat proses gesekannya. Tap harus hari hati. Dan bisa dilihat dengan kamera, jangan langsung.

Kebakaran hutan jaman dulu

Ngomongin soal gesekan yang menyebabkan api, bahkan ketika cabang-cabang pohon hutan terus-menerus terkikis karena angin kencang, percikan api dihasilkan dan kebakaran hutan juga bisa terjadi karena gesekan itu di masa masa terdahulu, dan apinya hanya disebarkan oleh gesekan.

Manusia primitif

Manusia primitif membuat lubang kecil di sepotong kayu besar, dan begitu dengan cepatnya menggesek potongan kayu lainnya ke dalamnya dan menggosoknya terus menerus untuk mendapatkan percikan api untuk dibuat membakar kapas atau bahan di alam yang mudah terbakar.

Korek kapas

Metode untuk menyalakan api adalah dengan menggesekkan batu yang mempunyai unsur logam besi yang tinggi, menggosok dua potong batu itu dan melemparkan percikan api pada kapas yang sudah disediakan.
Yang lebih modern dengan memutar roda logam kecil di atas batu yang sudah dibentuk kecil kecil untuk menyalakan kapas di dekatnya. Intinya api selalu datang dari gesekan.

Bahkan setelah penemuan Diwasali, api hanya dimanifestasikan oleh gesekan Diwasali dan Patti. Pemantik gas juga menghasilkan percikan api dengan memukul sepotong logam piezo. Metode menghasilkan panas dari listrik ditemukan setelah penemuan listrik.